US Open 2026: Sinner Kokoh di Puncak, Alcaraz Berjuang Pulih
Jannik Sinner jadi favorit juara US Open 2026 usai torehan enam gelar Masters 1000 beruntun. Sementara Carlos Alcaraz harus balap waktu pulih dari cedera pergelangan tangan.
Turnamen tenis Grand Slam terakhir musim ini, US Open 2026, akan berlangsung dari 30 Agustus hingga 13 September di Billie Jean King National Tennis Center, Queens. Meski Wimbledon baru akan dimulai, sejumlah pemain sudah mulai melirik peluang di New York. Berdasarkan performa terkini, persaingan diprediksi ketat dengan banyak kandidat kuat.
Jannik Sinner, petenis Italia peringkat satu dunia, memasuki musim panas sebagai unggulan utama. Ia memecahkan rekor ATP dengan enam gelar Masters 1000 beruntun di Paris, Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Di US Open, Sinner tampil di dua final terakhir: juara 2024 dan runner-up 2025. Kekalahan mengejutkan di babak kedua Perancis Terbuka sempat menjadi tanda tanya, tetapi ia tetap difavoritkan untuk menang di Wimbledon dan US Open menurut berbagai sportsbook terkemuka.
Carlos Alcaraz, juara bertahan, tak boleh diabaikan. Petenis 23 tahun itu sudah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, termasuk US Open tahun lalu dan Australia Terbuka 2026 yang membuatnya menjadi pemain termuda dalam sejarah yang meraih Career Grand Slam. Namun, cedera pergelangan tangan yang dideritanya sejak musim semi membuatnya absen di Roma, Perancis Terbuka, dan Wimbledon. Kini ia berlomba pulih tepat waktu untuk mempertahankan gelar di Flushing Meadows pada 30 Agustus.
Di belakang dua pemain papan atas, ada sejumlah penantang serius. Novak Djokovic yang kini berusia 39 tahun dan 24 gelar Grand Slam masih menjadi ancaman di lapangan keras. Buktinya, ia mencapai final Australia Terbuka 2026. Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya dengan menjuarai Perancis Terbuka 2026, kepercayaan dirinya melonjak menjelang US Open. Permainan Jerman itu cocok di lapangan keras.
Dari tuan rumah, Ben Shelton dan Taylor Fritz menjadi ancaman paling kredibel. Shelton kerap tampil gemilang di panggung besar, didukung dukungan penuh penonton. Sementara Fritz konsisten sepanjang 2026, dengan permukaan keras yang cocok untuknya.
Meski US Open masih beberapa bulan lagi, turnamen ini menjadi target utama banyak pemain tunggal putra, terutama mereka yang unggul di lapangan keras. Wimbledon mungkin menjadi fokus selanjutnya, namun Grand Slam pamungkas selalu menjadi tontonan hebat. Jika rivalitas Alcaraz-Sinner kembali terulang, pasti akan menjadi pertandingan wajib tonton. Keduanya sama-sama memiliki catatan satu kemenangan dan satu kekalahan di final dua tahun terakhir, tetapi kesehatan Alcaraz menjadi kunci.
Jannik Sinner, petenis Italia peringkat satu dunia, memasuki musim panas sebagai unggulan utama. Ia memecahkan rekor ATP dengan enam gelar Masters 1000 beruntun di Paris, Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Di US Open, Sinner tampil di dua final terakhir: juara 2024 dan runner-up 2025. Kekalahan mengejutkan di babak kedua Perancis Terbuka sempat menjadi tanda tanya, tetapi ia tetap difavoritkan untuk menang di Wimbledon dan US Open menurut berbagai sportsbook terkemuka.
Carlos Alcaraz, juara bertahan, tak boleh diabaikan. Petenis 23 tahun itu sudah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, termasuk US Open tahun lalu dan Australia Terbuka 2026 yang membuatnya menjadi pemain termuda dalam sejarah yang meraih Career Grand Slam. Namun, cedera pergelangan tangan yang dideritanya sejak musim semi membuatnya absen di Roma, Perancis Terbuka, dan Wimbledon. Kini ia berlomba pulih tepat waktu untuk mempertahankan gelar di Flushing Meadows pada 30 Agustus.
Di belakang dua pemain papan atas, ada sejumlah penantang serius. Novak Djokovic yang kini berusia 39 tahun dan 24 gelar Grand Slam masih menjadi ancaman di lapangan keras. Buktinya, ia mencapai final Australia Terbuka 2026. Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya dengan menjuarai Perancis Terbuka 2026, kepercayaan dirinya melonjak menjelang US Open. Permainan Jerman itu cocok di lapangan keras.
Dari tuan rumah, Ben Shelton dan Taylor Fritz menjadi ancaman paling kredibel. Shelton kerap tampil gemilang di panggung besar, didukung dukungan penuh penonton. Sementara Fritz konsisten sepanjang 2026, dengan permukaan keras yang cocok untuknya.
Meski US Open masih beberapa bulan lagi, turnamen ini menjadi target utama banyak pemain tunggal putra, terutama mereka yang unggul di lapangan keras. Wimbledon mungkin menjadi fokus selanjutnya, namun Grand Slam pamungkas selalu menjadi tontonan hebat. Jika rivalitas Alcaraz-Sinner kembali terulang, pasti akan menjadi pertandingan wajib tonton. Keduanya sama-sama memiliki catatan satu kemenangan dan satu kekalahan di final dua tahun terakhir, tetapi kesehatan Alcaraz menjadi kunci.