Zverev Melaju ke Final Prancis Terbuka, Cobolli Tak Berkeringat
Alexander Zverev sukses mengalahkan Jakub Mensik dan melaju ke final French Open. Di partai puncak, ia akan menghadapi Flavio Cobolli yang lolos walkover setelah Matteo Arnaldi mundur karena sakit.
Alexander Zverev kembali menunjukkan taringnya di Prancis Terbuka. Unggulan ketiga asal Jerman itu menaklukkan Jakub Mensik dengan skor 7-5, 6-2, 3-6, 6-3 pada Jumat siang waktu setempat. Kemenangan ini membawanya ke final Grand Slam keempat, sekaligus mempertahankan peluang meraih gelar juara pertamanya setelah menjadi runner-up tahun lalu.
Sepanjang dua pekan di Roland Garros, Zverev tampil dominan. Mensik baru menjadi lawan kedua yang mampu merebut satu set darinya. 'Ini pertandingan tersulit saya di turnamen ini,' aku Zverev. 'Dia bermain tenis fantastis. Cara dia mengalahkan pemain lain sungguh luar biasa. Meski sempat kehilangan set ketiga, saya bangkit dan bermain apik. Saya puas,' tambahnya.
Kini Zverev menanti laga puncak melawan Flavio Cobolli. Partai semifinal keduanya tak tersaji setelah Matteo Arnaldi terpaksa mundur karena sakit. Arnaldi mengaku mulai merasa tidak enak badan sejak Kamis malam. 'Saya begadang, muntah-muntah, dan tidak bisa tidur. Dokter sudah memberi obat, tapi tetap tidak membaik. Sangat berat, karena saya merasa dalam kondisi bagus sepanjang turnamen. Mundur dari semifinal Grand Slam pertama bukan yang saya inginkan,' ucap Arnaldi sedih.
Cobolli pun mendapat tiket gratis ke final. Petenis peringkat 14 dunia itu menyatakan siap tempur. 'Saya akan segar. Mungkin ini keuntungan, mungkin juga tidak. Saya baru bisa menjawab setelah final nanti,' kata Cobolli.
Sepanjang dua pekan di Roland Garros, Zverev tampil dominan. Mensik baru menjadi lawan kedua yang mampu merebut satu set darinya. 'Ini pertandingan tersulit saya di turnamen ini,' aku Zverev. 'Dia bermain tenis fantastis. Cara dia mengalahkan pemain lain sungguh luar biasa. Meski sempat kehilangan set ketiga, saya bangkit dan bermain apik. Saya puas,' tambahnya.
Kini Zverev menanti laga puncak melawan Flavio Cobolli. Partai semifinal keduanya tak tersaji setelah Matteo Arnaldi terpaksa mundur karena sakit. Arnaldi mengaku mulai merasa tidak enak badan sejak Kamis malam. 'Saya begadang, muntah-muntah, dan tidak bisa tidur. Dokter sudah memberi obat, tapi tetap tidak membaik. Sangat berat, karena saya merasa dalam kondisi bagus sepanjang turnamen. Mundur dari semifinal Grand Slam pertama bukan yang saya inginkan,' ucap Arnaldi sedih.
Cobolli pun mendapat tiket gratis ke final. Petenis peringkat 14 dunia itu menyatakan siap tempur. 'Saya akan segar. Mungkin ini keuntungan, mungkin juga tidak. Saya baru bisa menjawab setelah final nanti,' kata Cobolli.