Predictions

Sinner dan Sabalenka Jadi Unggulan di Wimbledon, Alcaraz Absen

Sinner dan Sabalenka Jadi Unggulan di Wimbledon, Alcaraz Absen

Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka menjadi favorit juara Wimbledon 2025. Carlos Alcaraz dipastikan absen karena cedera, sementara Zverev dan Andreeva datang dengan momentum.

Setelah Perancis Terbuka usai, musim lapangan rumput kini menjadi pusat perhatian kalender tenis. Para pemain akan berlaga di Stuttgart, 's-Hertogenbosch, Eastbourne, dan Halle sebagai persiapan menuju Wimbledon, Grand Slam kedua musim ini. Meskipun masih tiga pekan lagi sebelum Wimbledon dimulai, sudah dipastikan bahwa Carlos Alcaraz tidak akan tampil. Alcaraz, yang juga absen di Perancis Terbuka, mundur bulan lalu karena cedera pergelangan tangan. Hal ini menjadikan petenis nomor satu dunia dan juara bertahan, Jannik Sinner, sebagai unggulan utama di nomor tunggal putra All-England Club. Sementara itu, Aryna Sabalenka menjadi favorit di sektor putri, meskipun marginnya tipis dibandingkan Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan juara Perancis Terbuka, Mirra Andreeva.

Musim lalu, Alcaraz menjadi penghalang Sinner meraih trofi Wimbledon, namun petenis Italia itu mampu mengalahkan rival utamanya dalam final empat set. Kini, 12 bulan berselang, Alcaraz—pemenang Wimbledon 2023 dan 2024—tidak ada dalam persaingan. Ini meninggalkan Novak Djokovic (39 tahun) dan juara Perancis Terbuka, Alexander Zverev, sebagai penantang terkuat Sinner di London. Daniil Medvedev, Taylor Fritz, Ben Shelton, Jakub Mensik, Matteo Berrettini, dan Joao Fonseca juga berpotensi ikut bersaing. Meskipun Sinner tersingkir awal di Roland Garros, ia masih menjadi kekuatan dominan di tenis putra. Namun, untuk sektor putri, ceritanya berbeda. Swiatek, Sabalenka, Rybakina, Andreeva, Coco Gauff, Amanda Anisimova, dan lainnya memiliki peluang realistis untuk mengangkat trofi. Persaingan terbilang sangat terbuka.

Meskipun rumput sangat berbeda dengan tanah liat, momentum adalah hal nyata dalam tenis dan bisa terbawa dari satu permukaan ke permukaan lainnya. Zverev dan Andreeva memiliki banyak momentum setelah menjuarai Perancis Terbuka akhir pekan lalu. Zverev mengalahkan Flavio Cobolli di final tunggal putra, sementara Andreeva mengalahkan Maja Chwalinska (kualifikasi) untuk meraih trofi putri. Wimbledon adalah satu-satunya Grand Slam yang belum pernah Zverev capai final. Andreeva mencapai perempat final Wimbledon musim panas lalu saat masih berusia 18 tahun.